PESERTA UNDANGAN DARI LUAR AKTIV DALAM KESEMPATAN TANYA JAWAB PADA SEMINAR PRODI ZAKAT DAN WAKAF TAHUN 2016 :: SEMINAR PRODI ZAKAT DAN WAKAF TAHUN 2016 :: Kalender Akademik 2014 :: Lomba Basket :: Wakil Ketua 1 STAIN Kudus Memberikan Sambutan Sekaligus Membuka Acara ::

Profil


PROFIL PRODI ZAKAT DAN WAKAF 

Pentingnya mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera, menjadi kepedulian para pengelola lembaga wakaf di Indonesia. Lembaga wakaf, utamanaya yang berbasis organisasi dan berbadan hukum menjadi salah satu lembaga masyarakat  dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Harapan ini sangatlah wajar jika dialamatkan kepada wakaf, mengingat wakaf merupakan lembaga masyarakat muslim yang telah mengakar dalam kehiduapan masyarakat dari generasi ke generasi. Menggeliatnya perkembangan wakaf di Indonesia yang cukup signifikan dan menunjukkan angka perkembangan yang cukup berarti pada masa kini sehingga dibutuhkan pengelolaan pengelolaan wakaf secara solid dan professional. Selama ini  Sistem pengelolaan wakaf yang ada di Kementerian agama RI merupakan bagian sub sistem yang belum berdiri sendiri, sehingga serapan  tenaga kerja yang dimiliki tidak terlalu banyak personil yang menanganinya. Dan ini melahirkan ketidakseimbangan antara persoalan-persoalan wakaf yang masuk di Kementerian agama dengan jumlah pegawai yang menanganinya. Hal ini terbukti bahwa kekurangan personil karyawan yang menangani masalah tersebut tidak mampu lagi bisa menjawab persoalan-persoalan wakaf yang muncul yang semakin lama semakin kompleks. 
Belum lagi masalah-masalah riil yang selama ini muncul yaitu merebaknya wakaf keagamaan di Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh data yang ada di Kementerian Agama RI, bahwa perkembangan wakaf di Indonesia sampai dengan September 2001 jumlah seluruh tanah wakaf di Indonesia sebanyak 358.791 dengan luas tanah 818.742.341,86 m2. Wakaf-wakaf ini kebanyakan dipergunakan untuk masjid, musholla, sekolah, panti asuhan dan makam. Dari data ini aset nasional wakaf yang dimiliki oleh negara kita mencapai 590 trilliun jika dilihat dari angka rata-rata aset lembaga wakaf dikalikan dengan jumlah lokasi wakaf (Data Kementerian Agama RI 2003). Dengan aset sebesar ini idealnya wakaf bisa diberdayakan untuk membiayai pembangunan masyarakat melalui berbagai kegiatan produktif yang dikembangkan. 
Belum lagi persoalan zakat yang pengelolaanya semakin terabaikan. Dimana pemberdayaan pengelolaan zakat  dalam hal ini tidak bisa bekerja secara maksimal. Sehingga tuntutan untuk melahirkan SDM baru yang mampu menangani masalah ini tidak bisa terelakkan. Disisi lain, yang selama ini ditinggalkan dan diabaikan adalah manajemen pengelolaan zakat dan wakaf yang menyebabkan ketidakseimbangan dan ketidakprofesionalan dalam bekerja dan mengakibatkan terbengkalainya persoalan yang ditangani. Dan ini merupakan persoalan tersendiri yang cukup serius untuk segera ditangani jika memang orientasi ditangani pengelolaan zakat akan diberdayakan oleh pemerintah. Oleh karena itu dalam rangka merespon berbagai masalah tersebut Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus melalui Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam membuka program studi baru yaitu Program Studi Zakat dan Wakaf di mana program studi ini berorientasi pada penguasaan ilmu hukum Islam dan ilmu manajemen dengan begitu diharapkan mampu mencetak lulusan yang berkompeten dalam bidang ilmu hukum Islam dan pengelolaan zakat dan wakaf secara profesional.

Pengumuman

>> Lihat Semua Pengumuman

Agenda

>> Lihat Semua Agenda

Download

Video Youtube